chitika

Thursday, March 1, 2018

Benarkah Luar Angkasa itu adalah Masa Lalu ???

Sebelum kita membahas apakah benar luar angkasa itu adalah masa lalu, ada baiknya kita membahas dulu apa itu luar angkasa.
Luar angkasa atau antariksa merujuk pada bagian yang relatif kosong dari jagad raya, di luar atmosfer dari benda “celestial”. Istilah luar angkasa digunakan untuk membedakannya dengan ruang udara dan lokasi “terrestrial”.  Karena sebenarnya atmosfer bumi tidak memiliki batas yang jelas, namun terdiri dari lapisan yang secara bertahap semakin menipis dengan naiknya ketinggian. Jadi tidak ada batasan yang jelas antara atmosfer dan angkasa.

Batasan antara atmosfer dan angkasa adalah pada ketinggian 100 Km atau 62 Mil, seperti   yang ditetap oleh Federation Aeronautique Internationale.

Batasan Angkasa
  • 4.6 km (15.000 kaki) - FAA menetapkan dibutuhkannya bantuan oksigen untuk pilot pesawat dan penumpangnya.
  • 5.3 km (17.400 kaki) - Setengah atmosfer Bumi berada dibawah ketinggian ini.
  • 16 km (52.500 kaki) - Kabin bertekanan atau pakaian bertekanan dibutuhkan.
  • 18 km (59.000 kaki) - Batasan atas dari Troposfer.
  • 20 km (65.600 kaki) - Air pada suhu ruangan akan mendidih tanpa sebuah wadah bertekanan.
  • 24 km (78.700 kaki) - Sistem tekanan pesawat biasa tidak berfungsi lagi.
  • 32 km (105.000 kaki) - Turbojet tidak lagi berfungsi.
  • 45 km (148.000 kaki) - Ramjet tidak lagi berfungsi.
  • 50 km (164.000 kaki) - Stratosfer terakhir.
  • 80 km (262.000 kaki) - Mesosfer terakhir.
  • 100 km (328.000 kaki) - Permukaan aerodinamika tidak lagi berfungsi.
Proses masuk kembali dari orbit dimulai pada 122 km (400.000 kaki).
Itulah sekelumit pengetahuan mengenai angkasa luar atau luar angkasa atau antariksa.  Sekarang saya akan membahas mengenai judul diatas, Benarkah Luar Angkasa itu adalah Masa Lalu ???

Seperti kita tahu bersama, menurut para ahli, bulan, matahari dan planet lainnya terletak di luar angkasa. Jarak bulan ke bumi adalah 384.400 km dan jarak matahari ke bumi adalah 149.6 juta km. Sedangkan jarak bumi ke pluto adalah 5.900 juta km.  Sirius (bintang paling terang di langit malam) memiliki jarak 8,6 tahun cahaya dari bumi dan Alpha Centauri (bintang paling cerah dalam rasi Centaurus) berjarak 4,4 tahun cahaya. Pada tahun 2016,  sebuah galaksi baru ditemukan dengan menggunakan teleskop hubble. Galaksi tersebut berjarak 13.000 milyar cahaya.

Saat ini, kita mengenal kecepatan cahaya, yaitu 299.792.458 meter per detik atau 3,00 x 10m/detik atau 300.000 km/detik.

Sekarang mari kita pahami bagaimana konsep mata melihat suatu benda? Proses mata melihat suatu benda adalah sebagai berikut : benda memantulkan cahaya ke mata kita, cahaya yang dipantulkan benda tersebut akan ditangkap oleh mata kita, menembus ke kornea dan diteruskan melalui pupil.  Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil diteruskan menembus lensa mata.  Daya akomodasi pada lensa mata mengatur cahaya supaya jatuh tepat di bintik kuning.  Pada  bintik kuning, cahaya diterima oleh sel kerucut dan sel batang, kemudian disampaikan ke otak. Cahaya yang disampaikan ke otak akan diterjemahkan oleh otak sehingga kita bisa mengetahui apa yang kita lihat.  Itulah konsep mata melihat suatu benda.

Dari penjelasan diatas, bahwa mata akan melihat suatu benda apabila benda tersebut memantulakn cahaya ke mata kita.  Dari konsep tersebut, kita memahami apa yang kita lihat.  Kalau kita kilas balik ke tulisan diatas, mengenai jarak bumi ke bulan, ke matahari, ke pluto, ke sirius, ke Alpha Centauri dan bahkan ke galaksi terjauh, dapat kita simpulkan sebagai berikut :
1.    Jarak Bumi Ke Bulan.
       Jarak Bumi ke Bulan adalah 384.400 km, dengan kecepatan cahaya 300.000 km/detik, maka cahaya bulan akan sampai ke bumi setelah 1,28 detik. Artinya, kalau kita melihat bulan, maka mata kita akan dapat melihat bulan setelah 1,28 detik.  Dengan kata lain, bulan yang kita lihat adalah bulan 1,28 detik yang lalu, bukan bulan sekarang.
2.    Jarak Bumi ke Matahari.
       Jarak Bumi ke Matahari adalah 149,6 juta km, dengan kecepatan cahaya 300.000 km/detik, maka cahaya matahari akan sampai ke bumi setelah 498,67 detik atau 8,31 menit. Artinya, kalau kita melihat matahari, maka mata kita akan dapat melihat matahari tersebut setelah 8,31 menit.  Dengan kata lain, matahari yang kita lihat adalah matahari 8,31 menit yang lalu, bukan matahari sekarang.
3.    Jarak Bumi ke Pluto.
       Jarak Bumi ke Pluto adalah 5.900 juta km, dengan kecepatan cahaya 300.000 km/detik, maka cahaya Pluto akan sampai ke bumi setelah 5,46 jam. Artinya, kalau kita melihat pluto, maka mata kita akan dapat melihat pluto tersebut setelah 5,46 jam.  Dengan kata lain, pluto yang kita lihat adalah pluto 5,46 jam yang lalu, bukan pluto sekarang.
4.    Jarak Bumi ke Alpha Centauri.
       Jarak Bumi ke Alpha Centauri adalah 4,4 Tahun Cahaya.  Artinya, kalau kita melihat Alpha Centauri, maka mata kita akan dapat melihat Alpha Centauri tersebut setelah 4,4 tahun.  Dengan kata lain, Alpha Centauri yang kita lihat adalah Alpha Centauri 4,4 tahun yang lalu, bukan Alpha Centauri sekarang.
5.    Jarak Bumi ke Bintang Sirius.
       Jarak Bumi ke Bintang Sirius adalah 8,6 Tahun Cahaya.  Artinya, kalau kita melihat Bintang Sirius, maka mata kita akan dapat melihat Bintang Sirius tersebut setelah 8,6 tahun.  Dengan kata lain, Bintang Sirius yang kita lihat adalah Bintang Sirius 8,6 tahun yang lalu, bukan Bintang Sirius sekarang.

Dari ke 5 penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa luar angkasa adalah kumpulan dari masa lalu, karena ternyata bulan yang kita lihat adalah bulan 1,28 detik yang lalu, matahari yang kita lihat adalah matahari 8,31 menit yang lalu, pluto yang kita lihat adalah pluto 5,46 jam yang lalu dan bahkan Bintang Sirius yang kita lihat adalah bintang 8,6 tahun yang lalu.  Semua penampakan di langit adalah penampakan masa lalu.

Itulah yang dapat saya tulis kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua.

Admin.

loading...

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Akad - Payung Teduh