chitika

Saturday, January 20, 2018

PEMBUKAAN LAHAN DAN PENGOLAHAN TANAH (1)

Pembukaan lahan dan pengolahan tanah yaitu meliputi kegiatan membersihkan areal tanam dari vegetasi hutan dan semak belukar, mempersiapkan jalan dan sarana pendukung lainnya sesuai desain yang telah ditentukan. Selain itu juga mempersiapkan areal tanam sesuai desain kultur teknis yang telah ditentukan dan menghasilkan areal siap tanam yang ramah lingkungan dengan menghindari pembakaran (Zero burning).    Metode yang digunakan dalam pembukaan lahan tergantung pada vegetasi dan topografi lahan yang akan dibuka. Beberapa cara yang biasa diterapkan untuk pembukaan lahan, yaitu cara manual, mekanis, dan kimia atau kombinasi dari ketiganya.

Cara manual dilaksanakan pada areal dengan topografi mulai dari bergelombang sampai berbukit dengan vegetasi hutan sekunder atau semak belukar.
Cara mekanis dilaksanakan pada areal dengan topografi rata sampai bergelombang dengan vegetasi hutan sekunder, semak belukar atau padang lalang.
Cara kimia dilaksanakan pada semua topografi dengan vegetasi rerumputan dan lalang.
Untuk saat ini, saya mau menjelaskan pembukaan lahan dengan cara manual dan mekanis.
Cara Manual.
Untuk mempermudah pelaksanaannya maka prosedur atau urutan pekerjaan pembukaan lahan cara manual adalah sebagai berikut :
1.    Menghimas 
Kegiatan menebas perdu dan memotong anak-anak kayu berdiameter  < 10 cm, serata mungkin dengan permukaan tanah. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah penumbangan.
2.     Menumbang Pohon
Kegiatan memotong pohon yang berdiameter ≥ 10 cm, dengan cara penumbangan yang sistematis dan teratur. Batasan pemotongan kayu ditetapkan berdasarkan diameter batang yaitu:
Diameter (cm)
Tinggi Tunggul Maksimum dari Permukaan Tanah (M)
10-30
30-80
>80
0,50
0,75
1,00

Untuk menghindari kesulitan kegiatan berikutnya (merencek dan merumpuk) pohon yang ditumbang jangan sampai jatuh (roboh) ke arah sungai atau rawa-rawa
3.    Merencek
Memotong batang, cabang, ranting/dahan-dahan menjadi potongan-potongan yang lebih pendek (2-3 meter) untuk memudahkan pekerjaan merumpuk.
4.    Merumpuk Kegiatan mengumpulkan batang, ranting, dan dahan pohon yang telah ditumbang maupun direncek menjadi barisan-barisan yang teratur sesuai dengan barisan tanaman pada rencana gawangan mati arah U-S dengan jarak antar-rumpukan 16 m.

Cara Mekanis
1.    Vegetasi lalang 
a.       Meluku.   Meluku merupakan kegiatan mengolah tanah dengan menggunakan bajak (disc plow) sampai kedalaman ± 30 cm.  Meluku bertujuan untuk memperbaiki struktur, aerasi tanah dan membersihkan areal dari akar-akar tanaman yang berpotensi menjadi media penyakit seperti Ganoderma sp. Meluku dilakukan dengan bajak (disc plow) yang digerakkan oleh Traktor Roda Ban (TRB) dengan ulangan dua kali, rotasi 21 hari dan arah saling menyilang.
b.       Menggaru. Menggaru bertujuan untuk meratakan dan menghaluskan tanah pada kedalaman ± 25 cm dan menghancurkan gulma serta menyempurnakan pengolahan tanah sehingga dapat menjamin pertumbuhan tanaman. Pekerjaan menggaru ini dilakukan dengan dua kali ulangan dengan lintasan saling menyilang. Rotasi antara ulangan menggaru dilakukan 21 hari (3 minggu).
c.       Normalisasi Lalang.   Setelah selesai menggaru kedua dilakukan pekerjaan menormalisasi keadaan lalang, yaitu memburu lalang yang tumbuh atau yang tidak mati pada waktu meluku atau menggaru (harrow). Alat yang dipakai adalah garpu lalang, atau wipping dengan bahan herbisida yang dianjurkan.
2.    Vegetasi hutan sekunder atau semak belukar
a.       Memancang arah rumpukan sesuai dengan rencana barisan tanaman dan jarak tanam.
b.       Menumbang dan merumpuk sesuai dengan pancang arah rumpukan.
      c.     Normalisasi lalang. 
loading...

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Akad - Payung Teduh